Kata Mikel Arteta soal pesan perpisahan Martinelli dengan Arsenal yang tak sebut dirinya
Mikel Arteta memberikan penghormatan kepada Gabriel Martinelli setelah sang winger resmi meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan Al-Hilal.
Arteta menyebut Martinelli sebagai pemain penting dalam perjalanan Arsenal, meski pesan perpisahan pemain asal Brasil itu di media sosial tidak menyebut nama sang pelatih.
Martinelli meninggalkan Arsenal setelah tujuh tahun bersama klub London tersebut. Al-Hilal mendatangkannya dengan nilai transfer sekitar 60 juta poundsterling, sekaligus menjadikan kepergiannya sebagai penjualan termahal dalam sejarah Arsenal.
Dalam pesan perpisahannya, Martinelli mengungkapkan perjalanan panjangnya bersama Arsenal.
Ia datang pada 2019 dari klub Brasil, Ituano, sebagai pemain berusia 18 tahun yang masih membawa banyak kecemasan, ketakutan, dan keraguan.
Selama berseragam Arsenal, Martinelli berkembang menjadi salah satu pemain penting di lini serang. Ia mencatat hampir 300 penampilan dan membukukan 98 kontribusi gol.
Martinelli juga membantu Arsenal meraih sejumlah prestasi. Ia menjadi juara Piala FA dan Community Shield sebelum akhirnya merasakan gelar Premier League yang sudah lama dinantikannya.
Dalam unggahannya, Martinelli berterima kasih kepada Arsenal, para suporter, rekan setim, dan staf klub yang telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Namun, ia tidak menyebut Arteta secara langsung
"Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang menjadi bagian dari perjalanan ini. Kepada Arsenal, terima kasih telah percaya kepada saya dan membuka pintu ketika saya hanya seorang anak dengan sebuah mimpi," tulis Martinelli di Instagramnya.
Ia juga memberikan penghormatan kepada para pendukung Arsenal yang terus memberikan dukungan selama masa-masa baik maupun sulit.
"Dari nomor 35 hingga 11, sekali menjadi Gunner, selalu menjadi Gunner," tulisnya menutup pesan tersebut.
Tidak disebutnya nama Arteta kemudian menjadi perhatian, terlebih Martinelli sempat kehilangan tempat di skuad utama menjelang kepergiannya.
Martinelli tidak masuk skuad Arsenal saat menghadapi Manchester City di Community Shield. Ia juga kembali tidak masuk daftar pemain ketika Arsenal menghadapi Coventry City dan Aston Villa di Premier League.
Situasi tersebut bahkan mendapat sorotan dari mantan striker Arsenal, Ian Wright. Ia mengaku merasa "uncomfortable" dengan perlakuan terhadap Martinelli dan menilai sang pemain layak mendapatkan lebih banyak rasa hormat.
Arteta sendiri memilih tidak memperpanjang persoalan tersebut. Ketika ditanya mengenai kepergian Martinelli, ia justru menekankan rasa terima kasih atas kontribusi pemain berusia 25 tahun itu.
"Senang sekali bisa bekerja dengannya, menjadi bagian dari perjalanan ini bersamanya,” kata Arteta, dikutip dari Football London.
Pelatih asal Spanyol itu menilai Martinelli telah mengalami perubahan besar selama berada di Arsenal. Perubahan tersebut tidak hanya terjadi sebagai pesepak bola, tetapi juga dalam kehidupan pribadinya.
"Gabi yang saya temui dan Gabi yang baru saja pergi, itu adalah transformasi besar, baik dari sisi personal maupun profesional," ujar Arteta dalam konferensi pers jelang melawan Chelsea.
Menurut Arteta, Martinelli memiliki ambisi besar, kecintaan terhadap sepak bola, serta memberikan pengaruh penting terhadap perkembangan Arsenal.
Ia bahkan menyebut Martinelli sebagai pemain yang "critical" bagi klub. Karena itu, Arteta memilih melihat kepergian tersebut sebagai bagian dari perjalanan sepak bola.
"Jadi, ya, ceritanya sudah berakhir dan kami mendoakan yang terbaik untuknya di tempat lain. Ini bagian dari sepak bola," kata Arteta.
Sementara itu, Martinelli sudah memulai babak baru bersama Al-Hilal. Ia menjalani debut ketika Al-Hilal menghadapi Al-Shabab pada pekan kelima Liga Arab Saudi.
Martinelli masuk pada menit ke-68 menggantikan Sultan Mandash. Ia kemudian merasakan kemenangan dalam pertandingan pertamanya setelah Al-Hilal mengalahkan Al-Shabab dengan skor 2-0.
Sergej Milinkovic-Savic dan Ruben Neves menjadi pencetak gol Al-Hilal pada babak kedua. Hasil tersebut sekaligus membuat Al-Hilal semakin kokoh di puncak klasemen.
Usai pertandingan, Martinelli diwawancarai awak media. Ia mengaku sangat bahagia memulai kariernya di Arab Saudi dengan kemenangan.
"Apa yang kalian ingin saya katakan? Tolong... saya sangat bahagia berada di sini. Semua orang di dalam tim juga sangat bahagia dan bersemangat dengan apa yang akan datang," ujar Martinelli, dikutip dari Al Awwsat.
Kini, hubungan Martinelli dan Arsenal resmi menjadi bagian dari masa lalu.
Arteta memilih menutup cerita tersebut dengan apresiasi atas kontribusi sang pemain, sementara Martinelli telah membuka lembaran baru bersama Al-Hilal.


0 Response to "Kata Mikel Arteta soal pesan perpisahan Martinelli dengan Arsenal yang tak sebut dirinya"
Posting Komentar