Houthi serang selatan Mekkah, drone dihancurkan sebelum masuk wilayah udara terlarang
Pertahanan Arab Saudi menyebut telah menghancurkan sebuah drone yang diklaim diluncurkan oleh kelompok Houthi di wilayah selatan Mekkah pada Selasa malam, 15 September 2026. Drone tersebut berhasil dicegat sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas kota suci Mekkah.
Dilansir dari Reuters juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman, Turki al-Malki, menyampaikan bahwa sistem pertahanan udara kerajaan berhasil menghentikan drone tersebut. Insiden ini menjadi bagian dari peningkatan serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.
Kelompok Houthi membantah bahwa serangan tersebut ditujukan ke Mekkah. Mohammed al-Farah, anggota biro politik Houthi, menyebut tuduhan Arab Saudi sebagai "kebohongan terang-terangan" dalam pernyataan yang diberitakan kantor berita yang dikelola Houthi, SABA.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Arab Saudi mengeluarkan peringatan keamanan untuk wilayah Mekkah pada Selasa. Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai dampak drone terhadap kawasan kota suci tersebut. Menurut al-Malki, insiden terbaru itu merupakan upaya kedua yang dikaitkan dengan Houthi untuk menyerang Mekkah. Sebelumnya, sebuah rudal balistik dilaporkan diluncurkan menuju wilayah Mekkah pada 2017, meski berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran. Serangan Houthi Meluas ke Wilayah Arab Saudi Insiden di sekitar Mekkah terjadi ketika serangan Houthi terhadap Arab Saudi meningkat dalam sepekan terakhir. Sebelumnya kelompok tersebut mengklaim melancarkan serangan terhadap sebuah pangkalan udara Saudi sebagai respons atas serangan udara Arab Saudi di Yaman. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan serangan ke sejumlah wilayah Saudi pada hari yang sama menyebabkan 13 warga sipil mengalami luka-luka. Serangan sebelumnya juga dilaporkan menyasar sejumlah kota, termasuk Khamis Mushait, Abha, dan Taif, menggunakan rudal balistik serta drone.
Arab Saudi juga menghadapi gangguan terhadap infrastruktur energinya. Kerajaan menutup sementara East-West Pipeline setelah serangan drone pada Jumat lalu. Jalur sepanjang sekitar 1.200 kilometer tersebut menghubungkan ladang minyak di kawasan Teluk dengan fasilitas ekspor di Laut Merah. Jalur tersebut penting karena pelayaran melalui Selat Hormuz terganggu oleh konflik yang lebih luas di kawasan. Penutupan East-West Pipeline juga berpotensi memengaruhi pasokan minyak global hingga sekitar 4 persen.
Peningkatan serangan tersebut berlangsung bersamaan dengan perubahan situasi di pesisir Laut Merah Yaman. Dalam beberapa hari terakhir, Houthi dilaporkan memperluas penguasaannya di sejumlah wilayah strategis di sekitar Bab el-Mandeb, jalur pelayaran yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Eskalasi di sekitar Mekkah berlangsung di tengah konflik yang semakin meluas dari wilayah Yaman menuju kawasan Saudi dan jalur pelayaran internasional. Perkembangan konflik sendiri bergantung pada respons Saudi terhadap serangan Houthi serta dinamika pertempuran di pesisir Laut Merah.
0 Response to "Houthi serang selatan Mekkah, drone dihancurkan sebelum masuk wilayah udara terlarang"
Posting Komentar