Di hari nasional, Xi Jinping serukan reunifikasi China dengan Taiwan
Presiden China Xi Jinping menyerukan agar upaya menuju “reunifikasi” dengan Taiwan terus dilanjutkan. Pernyataan tersebut disampaikan Xi dalam pidato menjelang peringatan Hari Nasional China pada 1 Oktober.
Dalam pidatonya, Xi juga menolak apa yang disebutnya sebagai campur tangan eksternal dalam persoalan Taiwan. Beijing mengklaim, Taiwan sebagai bagian dari wilayah China, sementara Taiwan memiliki pemerintahan sendiri.
Pernyataan Xi disampaikan hanya beberapa hari setelah dirinya berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai isu Taiwan. Dalam pembicaraan tersebut, Xi meminta Washington menentang kemerdekaan Taiwan.
“Kita harus memperdalam pertukaran dan kerja sama lintas Selat, dengan tegas memberantas kekuatan separatis ‘kemerdekaan Taiwan’, menentang campur tangan dari kekuatan eksternal, mendorong pembangunan damai hubungan lintas Selat, dan memajukan perjuangan besar reunifikasi nasional,” kata Xi, dilansir dari The Straits Times, Jumat (2/10/2026).
1. Xi tolak campur tangan asing soal Taiwan
Pidato tersebut disampaikan Xi di hadapan ratusan tamu di Balai Agung Rakyat di Beijing, menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua.
Xi menyampaikan seruan tersebut menjelang peringatan ke-77 berdirinya Republik Rakyat China pada 1 Oktober. Republik Rakyat China memproklamasikan diri pada 1949 setelah pasukan Komunis mengalahkan pasukan Kuomintang dalam perang saudara yang berlangsung selama dua dekade.
Pasukan Kuomintang yang kalah kemudian melarikan diri ke Taiwan. Sejak saat itu, Taiwan berkembang dengan pemerintahan sendiri, sementara Beijing tetap mengklaim pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.
China hingga kini tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih Taiwan. Sementara itu, Taiwan mengandalkan Amerika Serikat untuk dukungan keamanan, termasuk melalui pembelian persenjataan.
2. Xi kembali singgung AS dan Trump
Isu Taiwan juga menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Xi dengan Trump di Washington pada pekan sebelumnya. Xi ketika itu meminta Trump bersikap “bijaksana” dalam menangani persoalan Taiwan.
Xi juga mendesak Amerika Serikat menentang kemerdekaan Taiwan. Beijing selama ini menilai dukungan eksternal terhadap Taiwan sebagai bentuk campur tangan terhadap urusan dalam negerinya.
Di sisi lain, Washington pada Mei telah menunda pembelian senjata Taiwan senilai US$14 miliar. Trump menyebut pembelian tersebut sebagai “alat tawar yang sangat baik” dalam hubungan dengan China.
Keputusan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai posisi Taiwan dalam hubungan Amerika Serikat dan China, termasuk kekhawatiran bahwa persoalan keamanan Taiwan dapat menjadi bagian dari negosiasi kedua negara.
3. Xi bicara tantangan China di dalam dan luar negeri
Selain Taiwan, Xi dalam pidatonya juga menyinggung situasi yang dihadapi China. Ia mengatakan, negaranya menghadapi situasi internasional dan domestik yang “kompleks”.
Menurut Xi, kondisi tersebut membuat China perlu mempercepat pola pembangunan baru.
“Kita harus bepegang pada kebijakan luar negeri yang independen dan damai … untuk menyuntikkan lebih banyak kepastian dan energi positif ke dunia yang saling terkait dalam perubahan dan gejolak,” kata Xi sepert dilaporkan Xinhua.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian pidato menjelang Hari Nasional China. Xi menekankan, kebijakan luar negeri damai yang independen sebagai bagian dari respons China terhadap situasi global yang terus berubah.
0 Response to "Di hari nasional, Xi Jinping serukan reunifikasi China dengan Taiwan"
Posting Komentar