Pasang Iklan Gratis

Beat Takeshi kritik pendaki Gunung Fuji, 2 WNI jadi sorotan karena pakai payung

  Komedian senior Jepang Beat Takeshi mengkritik pendaki yang mendaki Gunung Fuji tanpa perlengkapan dan persiapan memadai. Ia juga mendukung penguatan aturan, termasuk kewajiban membayar biaya yang cukup untuk menanggung operasi penyelamatan apabila terjadi kecelakaan.

Gunung Fuji yang berstatus Warisan Budaya Dunia didaki sekitar 200.000 orang sepanjang 2025. Namun, meningkatnya jumlah pengunjung juga diikuti berbagai tindakan berbahaya dan pelanggaran etika pendakian.

Masalah tersebut dibahas dalam program TV Asahi, “Beat Takeshi no TV Tackle,” yang ditayangkan Minggu (9/8/2026).

Saat mengikuti aktivitas pendaki, tim program tersebut menemukan sejumlah orang yang mendaki dengan perlengkapan tidak memadai. Dua pendaki asal Indonesia terlihat menggunakan payung untuk melindungi diri dari panas.

Penggunaan payung dinilai berbahaya karena membuat salah satu tangan tidak bebas sehingga dapat meningkatkan risiko kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Seorang pendaki asal Hungaria juga tetap melanjutkan perjalanan meskipun sol sepatunya terlepas. Ia hanya memperbaiki sepatunya sementara menggunakan selotip.

Selain itu, ditemukan pula pendaki asing berjalan tanpa mengenakan pakaian bagian atas. Meskipun cuaca terasa panas di dataran rendah, suhu akan turun seiring bertambahnya ketinggian sehingga kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko hipotermia.

Seorang fotografer perempuan yang aktif melakukan sosialisasi keselamatan di Gunung Fuji mengatakan pernah menemukan pendaki yang tidak sanggup berjalan dan langsung meminta helikopter penyelamat.

Ada pula orang yang mendaki sambil membawa minuman beralkohol. Setelah merasa tidak mampu turun dengan berjalan kaki, orang tersebut meminta diangkut menggunakan buldoser yang sebenarnya digunakan untuk membawa barang ke pondok pendakian.

Sejumlah pendaki juga dilaporkan duduk di atas gerbang torii kecil atau menggunakannya sebagai penyangga kamera. 

Perlengkapan yang tidak memadai tidak hanya membahayakan pendaki, tetapi juga dapat mengancam keselamatan petugas ketika operasi penyelamatan diperlukan.

Minta Biaya Pendakian dan Asuransi

Menanggapi keadaan tersebut, Beat Takeshi mempertanyakan sikap Jepang yang dinilainya terlalu lunak terhadap wisatawan.

“Sejak kapan Jepang menjadi begitu ramah terhadap wisatawan? Sejak awal, Anda sendiri yang memutuskan datang untuk mendaki tempat berbahaya,” kata Takeshi.

Menurutnya, pengunjung di berbagai tempat wisata luar negeri bersedia mematuhi peraturan ketat. Oleh karena itu, Jepang juga dinilai dapat menerapkan ketentuan yang lebih tegas.

Takeshi mengusulkan agar pendaki Gunung Fuji membayar biaya masuk dan premi asuransi yang memadai. Jika terjadi kecelakaan, biaya tersebut harus mampu menanggung pengeluaran untuk operasi penyelamatan.

“Mereka harus membayar biaya pendakian dan seluruh biaya asuransi. Kalau terjadi kecelakaan, mereka harus membayar cukup untuk menanggung biayanya. Jangan sampai bebannya dialihkan kepada pajak masyarakat,” tegasnya.

Komentar tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pengguna media sosial. Ada yang meminta perubahan undang-undang, sementara pengguna lainnya mengusulkan agar biaya pendakian dinaikkan hingga sekitar 30.000 yen.

Selain kenaikan biaya, muncul pula usulan mewajibkan asuransi pendakian dan pemeriksaan perlengkapan sebelum seseorang diizinkan memasuki jalur Gunung Fuji.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

0 Response to "Beat Takeshi kritik pendaki Gunung Fuji, 2 WNI jadi sorotan karena pakai payung"

Posting Komentar