Pasang Iklan Gratis

Skenario impian Como lolos ke Liga Champions, Fabregas belum bisa pikirkan liburan

 Klub milik Djarum Group, Como 1907, terlibat persaingan sengit guna memperebutkan tiket Liga Champions untuk posisi finis empat besar Serie A.

Perlombaan merebut dua tiket tersisa ke pentas antarklub terakbar Eropa mencapai klimaksnya akhir pekan ini.

Masih ada empat klub yang bersaing demi menyusul Inter Milan dan Napoli untuk melengkapi kuartet wakil Italia ke Liga Champions.

Secara berurutan dari peringkat 3-6, mereka adalah AC Milan (70 poin), AS Roma (70), Como (68), dan Juventus (68).

Keempatnya bersiap menentukan nasib di laga pekan terakhir Liga Italia yang digelar pada Minggu (24/5/2026) waktu setempat atau Senin 01.45 WIB.

Slot jadwal tersebut diperuntukkan bagi tim-tim yang masih memiliki kepentingan untuk lolos ke kompetisi Eropa ataupun menghindari degradasi.

Di San Siro, AC Milan menjamu Cagliari. Como bertandang ke markas Cremonese - yang masih berjuang keluar dari zona merah.

Juventus melakoni derbi di markas Torino. Kemudian Roma sowan ke kandang tim yang sudah dipastikan turun kasta, Verona.

Skenario liar pun siap menjadi suguhan. Setiap momen atau gol yang terjadi dari keempat partai itu bisa memengaruhi permutasi di klasemen.

Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengakui batas antara kelolosan dan kegagalan pada taraf tersebut sangat tipis.

Walaupun sudah pasti membawa I Lariani bikin sejarah lolos ke pentas antarklub Eropa, sang pelatih belum memasang mode liburan bagi skuadnya.

Meski pada awalnya mencoba merendah dengan selalu menghindari wacana target masuk Liga Champions, kini Fabregas berani terbuka untuk mengincar kursi empat besar.

Partisipasi di ajang sekelas UCL adalah mimpi yang terlalu indah untuk dilewatkan bagi klub yang baru promosi kembali ke Serie A dua tahun silam.

Fabregas yakin timnya memiliki kapasitas untuk bersaing dengan raksasa macam Milan, Roma, dan Juve yang jauh lebih berpengalaman.

"Kalau tidak yakin (lolos ke Liga Champions), kami akan berlibur dan bermain dalam pertandingan latihan, laga persahabatan, serta memberi Cremonese kesempatan bertahan di Serie A," ucap Fabregas.

"Hal itu tidak adil mengingat apa yang telah kami lakukan dan apa yang dipercaya para penggemar."

"Kami harus berjuang sampai akhir. Jika menang, kami bisa lolos ke Liga Champions."

"Tapi sebelum bisa menang, kami butuh penampilan yang hebat. Hal terpenting ada keyakinan yang harus selalu tertanam dalam diri kami."

Skenario Lolos

"Saya percaya sampai akhir. Saya telah mengalami begitu banyak hal dalam sepak bola, jawabannya adalah terus berjuang hingga detik terakhir."

"Saya ingin lolos ke Liga Champions. Ini adalah kesempatan besar. Semua statistik menunjukkan kami layak berada di empat besar, lalu lihat saja di mana kami akan berakhir."

"Garis batas antara menang dan kalah sangat tipis, di satu sisi Anda akan merasa di puncak, di sisi lain Anda berada di bawah," tegas mantan kapten Arsenal, dikutip BolaSport.com dari TMW.

Syarat menang atas Cremonese nyatanya tidak cukup bagi Como untuk mendatangkan tiket UCL ke Lombardia.

Mereka juga harus memastikan salah satu kondisi ini terpenuhi; Roma gagal mengalahkan Verona atau Milan dipecundangi Cagliari.

Adapun hasil selain kemenangan bakal otomatis menempatkan I Lariani di zona Liga Europa saja.

Skenario terliar adalah munculnya peluang Milan, Roma, Como, dan Juventus sama-sama menyudahi musim dengan 71 poin.

Kalau kondisi itu terjadi, peringkat akhir akan ditentukan melalui rekor pertemuan musim ini di antara keempat tim dalam sebuah 'liga mini'.

Fabregas bakal tersenyum jika hal itu terjadi. Mereka mempunyai rapor head-to-head lebih bagus dari Juve dan Roma sehingga bisa finis di empat besar bersama Milan.

0 Response to "Skenario impian Como lolos ke Liga Champions, Fabregas belum bisa pikirkan liburan"

Posting Komentar